Jumat, 22 Juli 2011

Herzlichen Glückwunsch zum Geburtstag

"Bila kehidupanku ini dapat terangkum dalam serangkaian tulisan, maka namamu akan tercetak indah dengan tinta berwarna emas. Sebab engkau adalah salah satu insan berharga yang pernah mengubah garis kehidupanku"
- AA -

Rangkaian tulisan itu datang pada saya dari sekian banyak ucapan dan doa atas bertambahnya usia saya, tepat tanggal 20 Juli 2011. Rangkaian tulisan itu memang tidak datang tepat waktu, jauh lebih cepat beberapa jam dari semestinya ucapan itu datang... Tapi apalah arti sebuah ucapan selamat ulang tahun dibandingkan serangkaian penghargaan sebagai manusia...

Pernahkah kalian berpikir, sebegitunya kah diri ini sampai rangkaian kata indah itu pantas untuk diterima? Atau sebaliknya, setelah membaca rangkaian kata-kata itu, rasanya ingin segera sampaikan pada orang-orang tersayang?

Makna kata-kata itu sangat dalam tentunya. Saat saya membaca itu, air mata tak terbendung di pelupuk.. Entah siapa yang mengatur keran air mata ini.. Mungkin keran itu sudah tak mampu menahan rasa haru. Perjalanan yang panjang penuh jatuh bangun dengan sesama diakhiri dengan ucapan seindah dan setulus itu. Rasanya semua goresan luka tersembuhkan dan dipahami.. Hidup tidak pernah lepas dari kerikil kecil yang melukai telapak kaki saat melangkah bukan?

Inilah awal saya tersentak dengan makna ulang tahun saya kali ini. Kalau orang bilang sudah seperempat abad berlalu.. Apa yang kamu dapatkan di ulang tahun kali ini? Kejutan dari sahabat-sahabat yang menunggu dengan lelah tepat depan rumahmu hanya untuk memberikan kue ulang tahun? Atau beberapa hadiah yang menyelingi acara makan-makan bersama? Atau layar TV dengan acara yang membosankan setia di depanmu? Atau hanya doa semalam suntuk penuh rasa syukur atas apa yang sudah terjadi?

Umur baru saya kali ini tidak lagi penuh kejutan semacam itu, tidak lagi penuh tawa seriang itu, tidak lagi dirasakan biasa-biasa saja. Saya merasa rangkaian kata-kata yang data semalam sebelum usia saya bertambah, membuat saya merasa lega. Saya memulai suatu hidup baru. Di mana saya belajar banyak hal hanya dalam setahun perjalanan usia saya. Roller Coaster for real!

Selesai saya menerima telepon dari sepupu saya tercinta, saya hanya menghabiskan perayaan detik-detik bertambahnya usia saya dengan MERENUNG. Mungkin orang-orang akan mengasihani saya dengan yang saya lakukan. Tetapi, tidak dengan saya. Baru kali ini saya benar-benar merenungkan perjalanan hidup saya selama 24 tahun. Ya, not exactly 24 tahun saya renungkan... tepatnya beberapa tahun yang berkesan tentunya... Tentunya setahun belakangan...

Saya mengingat-ingat kembali. 20 Juli 2010 saya ngapain ya? Ya, saya ingat. Saya sedang berbincang-bincang entah apa saja dengan orang tersayang hingga mata saya tak kuat lagi menahan kantuk. Ucapan-ucapan tidak datang dari mulutnya tapi dari sahabat-sahabat yang lain. Saya runtun lagi perjalanan saya tahun lalu yang mulai memasuki masa-masa praktikum, ya masa-masa terberat saya dalam kuliah magister saya. Yah, masih ada dia dan sahabat-sahabat bahkan keluarga saya yang sama jumlahnya. Seketika imajinasi itu berpindah pada ruangan di hadapan saya. Di tempat saya merenung. Berbeda.... Saya berada di rumah yang berbeda. Iya.. Sekarang saya pindah rumah. Saya tidak lagi berada di rumah yang sudah mengizinkan saya mendiami hampir selama 24 tahun. Sekarang saya di rumah baru. Hanya itukah yang berubah? Tidak. Saya juga sudah tidak bersama dengan orang tersayang yang dulu selalu ada di hari-hari yang saya lalui. Dia sudah bersama dengan yang lain. Tetapi sahabat-sahabat saya masilah sama yang mengucapkan selamat, termasuk dia. Namun, banyak beberapa orang baru yang tidak saya sangka akan saya kenal yang mengucapkan selamat.

Saya semakin berpikir. Berbulan-bulan lalu saya hancur lebam. Dengan begitu banyak usaha untuk memperbaiki diri dan hidup saya. Mendaki tertatih-tatih untuk tetap menjadi seperti saya yang sedia kala. Namun, saya masih dikasih kesempatan untuk merasakan usia perak saya dengan rasa syukur dan penuh kesadaran bahwa semua sudah berubah. Termasuk diri saya. Saya tidak akan pernah menjadi saya yang dahulu kala, tetapi saya akan menjadi diri saya yang lebih baik daripada saya yang dahulu. Perenungan perjalanan hidup saya (setidaknya setahun belakangan) disimpulkan menjadi tiga hal besar, yaitu ketegasan, penerimaan, dan ketulusan.

Saya merasa rangkaian kata-kata indah di atas menjadi apresiasi terhadap ketulusan saya terhadap seseorang. Saya hanya mampu membalasnya dengan doa untuk kebahagiaannya. Saya juga hanya mampu bersyukur atas semua yang sudah saya lalui. Dan tentunya rangkaian kata-kata indah yang saya dapat, juga akan saya berikan bagi keluarga, sahabat-sahabat saya, orang-orang tersayang, dan orang-orang yang selalu memberikan inspirasi dalam diri dan hidup saya.

Quote Jemariku #09:
We've never known these the best or worst gift in our new age. but we must believe it will be the best beginning ever...

Minggu, 03 Juli 2011

As if I were a Bird



As if I were a bird
I took you high to the sky so you could see world from above
But why you pushed me down and left me alone when you knew how to fly?
I dropped into the earth while you're flying smoothly
But I didn't take a long time to beat these
Coz I'm stronger than you think

Quote Jemariku #08:
Take a breath then go toward... Face your new life

Sabtu, 02 Juli 2011

Have (NO) Chance

"Tarraaaaaadaaaaaa... Ini surprise buat lu.. Happy Birthday ya... Semoga lu bisa mendapatkan semua mimpi lu di usia baru lu ya.."
"Amin. Apaan sih ini? Ga penting banget sih lu!"
 *padahal yang gue mau cuman ucapan thanks dari elu*

"Kapan kita bisa ketemu yang? Sabtu ini ga bisa lagi? Masih banyak kerjaan ya?"
"Iya nih... Kita telponan aja. Lu bikin janji gih ma temen-temen lu, biar ga boring. ok?"
"Selalu gitu... Ga bisa ya 1 hari aja buat pacaran?"
"Napa sih? Yang gue lakukan ini juga demi masa depan. Kok lu ga dukung gitu sih?"
"Yah abisnya dah berapa bulan neh ga pegi berduaan. Telponan aja, telen tuh telepon!"
"Ahh Dasar manja! Gue mau kerja dulu. Ntar gue kabarin lagi kalo dah ampe rumah"
"Bodo"
"Jangan ngambek gitu lah.."
"Iyaa..."
*padahal yang gue mau lu luangkan dua jam aja untuk berduaan ma gue*

"Gue uda sampe!"
"Iya.. Gue jalan ke sana. Napa sih ga samperin depan rumah. Males jalan jauh begini"
"Gue males bayar parkir depan rumah lu"
"Gue bayarin deh"
"Napa sih lu manja banget! Cuman segitu doank jalannya!"
"Ya maksudnya sekalian lu maen-maen di rumah gue dulu"
"Dibilang gue males bayar parkir"
"Oke, gue dah deket neh, gue udah liat mobil lu di pinggir jalan"
*padahal yang gue butuhin bukan jemputan lu, tapi perhatian lu*

"Congratz ya.... akhirnya togaan deh. Nih hadiah buat lu"
"Duh apa-apaan sih? Ga penting banget sih lu kasih-kasih kado gini"
"Ya namanya buat cowo sendiri"
*Masih ga ngerti ya? Gue cuman butuh dihargai ma lu*

"Gue sayang sama lu. Gue mau kita balikan. Maaf kalau gue ada salah sama lu. Maaf banget!"
"Kata maaf lu terlambat. Gue butuh ucapan itu keluar dari mulut lu dulu, bukan sekarang"
"Gue kerja keras untuk masa depan juga.. Gue cari uang untuk masa depan"
"Iya, gue tau. Tapi gue pernah jadi masa depan lu ga? Secara sekarang aja lu ga ada waktu buat gue"
"Kok lu ngomong gitu?"
"Kualitas hubungan kita aja udah begini. Rasa gue udah ilang karena waktu. Gue ga sanggup lagi"
"Terserah..."
*Kali ini gue yang minta maaf, gue ga bisa balikan lagi ma lu. Kali ini juga gue yang harus say thanks, karena lu dah mau lepasin gue*

Quote Jemariku #07:
Kesempatan hanya datang satu kali bung...