Sabtu, 31 Desember 2011

Langkah Penghujung Tahun

Memulai dengan ragu
Haruskah menjalankan jawaban atas doaku
Atau melawannya hingga ku babak belur ?

Mengarungi jatuh bangunnya rasa
Sakit... Tulus... Terpuruk...
Hingga merangkak untuk bahagia

Belajar menerima kenyataan
Memahami yang ku perlukan
Bukan sekadar yang dihendaki

Menerima kehilangan atas sosok yang kucinta
Meninggikan penghormatan terakhir terakhir di atas segala
Menyatukan keluarga dengan seujung nyawa

Melepaskan beban dendam
Atas nama rasa dikhianati, benci, marah
Atas nama cinta kasih

Melangkah perlahan
Wujudkan hati memaafkan
Tak hanya berhenti di ujung bibir

Menjadikan masa lalu bagian sejarah
Mempersiapkan masa datang
Menjalankan masa kini
Bersyukur atas limpahan cobaan dan berkah tahun ini...



Dan...

Siap mengukir sejarah hidup di atas pijakan membumi....




Jeplak-Jeplak Kakiku:
Happy New Year 2012....

Sabtu, 26 November 2011

Terlahir dari Tradisi


Tradisi suatu sejarah pasti berkaitan dengan suatu kepercayaan. Bagaimana seandainya tradisi berbentrokan dengan kepercayaan seseorang?

Tribute for Lovely Ama

Inilah yang saya pelajari dalam pengalaman seminggu saya menjalankan upacara kematian Ama (red – panggilan untuk nenek) saya. Segala tradisi budaya Chinese yang kental dengan unsur kepercayaan Kong Hu Cu atau Buddha membuat kita kaum muda berpikir “Apa gunanya sih upacara ini? Saya kan bukan Kong Hu Cu atau Buddha?”. Mulai dari melipat kertas-kertas yang dipercayai sebagai surat jalan menuju surga. Sampai kegiatan bergantian membakar kertas-kertas tersebut sebagai memberi terang pada Ama yang sedang menuju ke Surga. Ditambah upacara doa yang dibawakan Caima dari jam 3 sore sampai 10 malam. Belum lagi doa sebelum naik ke dalam mobil jenazah, dilanjutkan sampai melepaskan burung maupun bebek sebagai tanda kias. Dan diakhiri dengan upacara pelepasan baju putih kemudian diganti dengan baju merah.
Rasanya sulit mencerna alasan dan penjelasan-penjelasan tentang upacara yang dilakukan. Tapi satu hal yang menarik dalam pengamatan saya adalah kami sekeluarga rela melepaskan sejenak keyakinan kami yang beranekaragam dengan mengikuti satu upacara kematian yang sama. Saya tidak bisa pungkiri kalau beberapa kegiatan pasti berbenturan dengan prinsip agama tertentu. Tapi, satu hal yang saya pelajari.

“Ke mana hati itu diarahkan, selama itu baik. Tuhan pasti akan selalu mengerti”

Keyakinan tiap orang memang boleh berbeda. Tapi saya menemukan tiga kesamaan ajaran dalam peristiwa ini. Pertama, Tuhan memang satu, hanya saja cara kita berbeda untuk memuja-Nya. Kedua, semua agama selalu mengajarkan cinta kasih. Dan cinta kasih dalam peristiwa ini tidak sedangkal kita tidak menghina agama lain, tetapi lebih pada cara kita memaklumkan dan memahami seseorang melakukan suatu tradisi yang berbenturan dengan kepercayaan. Ketiga, menghormati orang tua memang petuah dari semua ajaran agama. Dan dengan menanggalkan kepercayaan dan menjalankan tradisi yang mungkin menentang batin dengan sungguh-sungguh merupakan bentuk penghormatan kepada orang tua yang tiada tandingan.
Salah satu ujian akan keyakinan agama kita di saat-saat seperti ini. Di mana kita harus bisa membedakan suatu tradisi demi penghormatan orang tua dan keyakinan suatu agama yang adalah urusan hati dan moral manusia. Selama hati kita memang sungguh-sungguh mendoakan kebaikan bagi orang lain, dengan cara apapun. Hasilnya akan tetap sama. Pada dasarnya, tiap ajaran agama selalu sama, hanya keyakinan dan cara mewujudkan ajaran-ajaran saja yang berbeda

Dipercayai lipatan-lipatan kertas ini akan memberikan terang jalan menuju Surga

 
Quote Jemariku #16:      
Buat apa ada kebimbangan dalam meyakini dan menjalankannya kalau ternyata didasari dengan dasar ajaran yang sama?

Jeplak-Jeplak Kakiku:
Tribute for my lovely Ama...

Minggu, 06 November 2011

Painting #4


"Love Sign"


Denganmu senang hati terasa
Bangun dari mimpiku tahu ku tak sendiri
Matahari pun serasa lebih cerah
Dengan kecup manismu mulai melangkah
Kunikmati tiap detikku
Dengan namamu di hatiku
Kurasa bahagia dan hati berbunga-bunga
Kau buatku tergila-gila
Tunduk hati aku setia
Selayaknya sihir kau buatku terjatuh
Tapi tak berlangsung lama
Kau tinggalkan aku
Kau pergi berjejak tanya
Ayo ingat kata-katamu
Kau tak akan tinggalkan aku
Ayo ingat kata-katamu
Selamanya kamu hanya untuk aku
Ayo ingat kata-katamu
"Sayang, Cinta, kamu segalanya"
Ayo ingat kata-katamu
Selamanya kamu hanya untuk aku

-Kisah Sebentar by TULUS-

Painting #3


                                                                   "Threw Away"

Rabu, 02 November 2011

Painting #2

                                                                         "PULL IT OUT"
                                                                  Media : Pensil Warna

Painting #1

                                                         Source : internet, entahlah... lupa
                                                                      ambil di website mana

Quote Jemariku #15 :
Your painting interprete your deep feeling for someone

Jeplak-Jepak Kakiku :
Lukisan ini dibuat pada akhir tahun 2009 untuk seseorang yang spesial sebagai hadiah ulang tahun. Doa dan harapan yang kusampaikan hanya hal sederhana. Aku hanya selalu berharap dia selalu menyadari bakat dan tidak pernah berhenti bermusik.. Mungkin suatu hari nanti, aku masih akan selalu merindukan senandung suara dengan iringan gitar di malam hari yang sering kudengar.. Lukisan ini bukti sejarah doa selalu menyertai dirinya. AMIN

Fall in Love Again...

Kapan pertama kali menggoreskan cat minyak di atas kanvas? Waktu aku mengerjakan tugas Seni Rupa sewaktu SMP. Itulah pertama kalinya aku jatuh cinta dengan cat minyak. Namun, aku masih belum menyadari betapa besar hasrat ini untuk mengenal seni ini lebih dalam. Ibaratnya DENIAL, tidak hanya melulu soal cinta pada sesama manusia, ternyata bisa terjadi pada namanya seni.

Lukisan pertamaku itu pemandangan di laut. Aku mencontoh entahlah dari mana, sudah lupa. Lukisan keduaku kebetulan dapat tugas melukis apa saja, kucoba saja lukis pohon besar yang diikat tali seperti sembahyang-nya orang Jepang. A little bit creepy sih.. tapi namanya seni, no limit, freedom interpretation!

Pelukis pertama yang bikin aku tergila-gila namanya alm. Antonio Blanco. Aku sih kurang paham ya sejarah kehidupan beliau. Yang aku tahu beliau ini pelukis keturunan Spanyol dan Amerika ini hidup dan berkarya di Bali. Beliau menikah dengan gadis Bali. Sampai sekarang karya-karyanya diabadikan di museum miliknya di Ubud, Bali. Sewaktu SMP yang aku tahu yah cuman dia pelukis terkenal. Aku jatuh cinta karena nonton film seri tentang dirinya. Dasar anak remaja yang bergelora besar, aku punya ide gila!!! Aku beli kanvas, kemudian mulai melukis dengan mencontoh gambar kartun wanita jepang yang sedang memakai kimono. Setelah selesai, kutitipkan pada tetanggaku yang kebetulan orang Bali asli. Dia mau pulang ke Bali dan kebetulan memang tinggal di Ubud. Aku hanya menitipkan lukisanku dan meminta tetanggaku memintakan tanda tangan alm. Antonio Blanco di balik lukisanku, tepat di sebelah tanda tanganku. Aku juga minta dititipkan pesan ke Antonio Blanco, bahwa aku sangat senang sekali dengan karya-karyanya.

Tapi sampai sekarang, tidak pernah sekalipun aku menerima kembali lukisan itu. Kenapa? Karena keponakan tetanggaku itu merengek menyimpan lukisanku yang sudah dibubuhi tanda tangan almarhum. Rasanya mau marah!! Udah capek buat, capek minta tolong, sampe harus melalui perjalanan pindah pulau segala, hanya untuk sebuah tanda tangan. Tapi apalah daya. Lukisan itu tidak pernah sampai pada pemiliknya. Namun, aku membesarkan hati dengan berkata pada diriku

                  "Setidaknya ada satu penggemar cilik di sana yang segitunya mau lukisan lu"

Semua kenikmatan melukis kubuang jauh... Terlupakan begitu saja... Hingga suatu hari, aku dan kakak-kakakku tidak sengaja makan di restoran yang ternyata tidak jauh dari museum Antoni Blanco. Jujur saja, aku masih tidak tahu tentang adanya museum itu di sana. Aku pun hanya tidak sengaja melihat tulisan "MUSEUM BLANCO". Kupaksa kakak-kakakku masuk ke sana, tak kusangka kuhabiskan hampir 3 jam menikmati karya-karya beliau. Di situlah getaran menikmati seni lukis terusik kembali...

Sampai aku memasuki studi magisterku yang menyediakan satu mata kuliah menarik, "Art Therapy". Di kelas inilah aku menemukan kenikmatan luar biasa akan seni.. Aku mulai jatuh cinta kembali dan kali ini aku berani mengakuinya... Aku benar-benar jatuh cinta dengan dunia ini.. Aku pun mulai menerima bahwa aku mungkin memang memilikiakat mentah... Dan aku mulai menambah satu list mimpiku... melanjutkan studi as Art Therapist. Yaa siapa tahu, Tuhan mengizinkan, aku bisa melanjutkan di negri kerajaan tua itu, Inggris.

                                                                   "BERUANG"
                                                                Media : Cat Poster

"TEA TIME IN THE MIDDLE OF PARIS"
Media : Cat Poster

                                                                        "ANGGREK"
                                                                    Media : Cat Minyak

                                                                  "CHERRY IN LIPS"
                                                                   Media : Cat Minyak

                                                                     "COLOSSEUM"
                                                                   Media : Cat Minyak

Quote Jemariku #14 :
Sometimes accepting your talent needs effort. Without accepting, you wont ever realize what your soul needsmore than you've ever thought.

Minggu, 23 Oktober 2011

"Trash Can"
Ke mana harus ku buang semua sampah ini?
Kalau bukan dengan melukiskannya dalam rangkaian kata…
Kalau bukan dengan menggoreskan bubuk-bubuk karbon di atas kertas…
Kalau bukan dengan mengotori kanvas dengan warna-warni cat…
Kalau bukan dengan menggerakkan tubuh mengikuti iringan musik…

Sambil menangis
Sambil merenung
Sambil memaki
Sambil berdiam

Membiarkan rasa dan logika bekerja tak beraturan...
Hanya mengikuti mereka… semaunya mereka…
No rules.. No limit…


Quote Jemariku #13 :
Tak hanya barang yang perlu dibuang ke tong sampah, bagian dari jiwa ini kadangkala membutuhkan tong sampah lebih besar daripada semua kotoran dalam rumahmu

Selasa, 18 Oktober 2011

PAUSE

Hanya butuh waktu untuk merasakan waktu berhenti sejenak dari percepatan poros bumi
Yang makin lama membuat diri terkejar oleh waktu
Hanya butuh merasakan hembusan nafas yang keluar masuk hidung ini
Bahkan kalau bisa, merasakan hembusan udara yang keluar masuk pori-pori ini…
Bukan lunglai karena lelah, bukan letih karena diperas keringat
Hanya merasa saja… kok waktu tidak pernah bisa kompromi dengan pikiran
Apa sih yang mau dikejar?
Rasanya percepatan poros bumi berputar 8 kali lebih cepat
Sampai-sampai, pikiran ini memaksa semua harus dikerjakan sekaligus
Seakan tangan manusia bukan hanya dua, tetapi sebanyak tentakel gurita
Engap.. sesak... ?
Iya.. itu istilah yang lebih cocok lagi…
Sesak bukan karena asma, sialnya…
Tidak jelas disebabkan apa
Yang pasti… hanya mencari setitik angin segar dan keluar dari dunia penuh kejar-kejaran seperti ini
Yang jelas, hanya ingin menekan tombol “pause” kalau seandainya hidup ini seperti putaran film
Klik…. 

Quote Jemariku #12:
Let’s yourself press the “PAUSE” button of your life… Maybe your soul needs take a rest than you think
 

Senin, 22 Agustus 2011

#2 Siapakah Aku Wahai Semesta?

Ini tanggapan untuk Broadcast Messenger di "#1  Siapakah Aku Wahai Semesta?"

Ah kata “TIONGHOA” terlalu lembut didengar. Sudah jadi makanan sehari-hari kalau ada orang sipit, kulit putih, bahasa Indonesia ga beraturan bahkan terkesan buru-buru atau istilah-nya “pelo”, akan dipanggil “EH CINA!”  atau umpatan “DASAR CINA!”.
Ini topik seru untuk dibahas. Kontroversi memang selalu topik seru dibahas. Topik “Kick Andy” malam itu mengingatkan percakapan saya dengan seseorang dengan latar belakang yang berbeda jauh dari saya. Percakapan yang penuh emosional yang diakhiri hingga Subuh. Saya si Cina numpang lahir di Jakarta. Dia si Jawa numpang tinggal di Jakarta. Bagi kami, Cina maupun Jawa hanya perbedaan nama produk tapi dengan Head Brands yang sama namanya MANUSIA.
Teman saya melontarkan satu pertanyaan yang seakan-akan menggunting pembatas antarmanusia yang saling mengotak-kotakkan, sebut saja benang kebudayaan. Biar mudah memahami dialog kami yang super duper mengena, saya persingkat saja panggilan teman saya dengan si Jawa dan saya dengan si Cina.
Berikut ini garis besar percakapan kami kira-kira setahun lalu:
Jawa: Lu bangga ga jadi orang Indonesia?
Sederhana kan? Tapi ini pertanyaan berat bagi saya. Tandanya ada sesuatu di diri saya yang dengan sulit mengakui diri saya sebagai Warga Negara Indonesia. Dengan berat hati saya menjawab,
Cina: Tidak
Jawa: Terus lu merasa lu tuh orang Cina donk? Lu bangga jadi orang Cina?
Cina: Yup. Gue bangga jadi orang Cina. Tapi gue orang Cina yang lahir di Indonesia. Yaa.. walopun gue tahu sih, di sana juga belum tentu diakuin. Mandarin aja ble’eh (red-jelek)
Jawa: Kenapa lu ga bangga jadi orang Indonesia?
Cina: Sulit bagi gue untuk bisa seperti lu yang cinta ma Indonesia. Gue cinta sama budaya Indonesia. Tapi gue ga suka ma negaranya.
Jawa: Negara atau pemerintah atau oknum?
Cina: Sebenernya yah oknum. Ya mereka-mereka yang sudah menggores masa lalu gue. Gue bukan orang yang rasis. Tapi ga bisa gue pungkiri, gue emosi abis inget sikap beberapa orang yang menghina gue hanya karena gue sipit… karena gue putih… karena gue beda… Mereka menghina seakan-akan gue (dan semua orang keturunan Tionghoa) ga tau diri. Mereka juga bisa sampai mengancam ingin bakar lah apalah… Ngomong penuh ancam hanya karena bajaj-nya terhalang mobil yang mau muter balik? Menurut lu? Perlu ya?
Jawa: Itu tandanya lu ga bisa ngomong, lu ga suka negara Indonesia. Tapi lu ga suka beberapa oknum Indonesia.
Cina: I know. Gue mengeneralisasikan. Tapi, gue ga bisa pungkiri, beberapa oknum ini yang membuat gue merasa tidak safety berada di Indonesia.
Jawa: Gue kecewa loh denger lu ngomong begitu tentang Indonesia. Gue merasa usaha gue en keluarga gue untuk selalu membuat orang-orang keturunan Tionghoa bersatu dengan pribumi terasa sia-sia. Hanya karena mendengar lu ngomong lu segitunya menilai ketidaknyamanan lu.
Cina: Gue suka Indonesia. Gue suka keragaman penduduknya dengan segala macam budaya. Menurut gue, Indah. Bagi gue, mau siapapun orang itu, warna apapun kulitnya, bentuk mata, warna rambut, jenis rambut, ya bagi gue… sama.. sama-sama manusia toh. Tapi gue ga bisa pungkiri lah, luka terhadap beberapa oknum emang belum bisa hilang. Tapi lingkungan tempat tinggal gue yang juga membuat gue seperti sekarang, suka dengan keanekaragaman. Hahaha.. Lingkungan rumah gue kan penuh dengan macam-macam orang dan budaya, tapi kita saling jaga, terutama waktu kejadian Mei 1998. Itu yang tertanam di otak gue sampai sekarang.
Jawa: Iya, beberapa oknum emang nyebelin. Gue aja suka pengen hajar kalo mereka ngeliat cina lewat langsung ngomong, “Eh Cina… Cinaa” Gue pun akui gue khawatir kalau lihat cewe Cina jalan sendiri di pinggir jalan. Tapi hati-hati dengan kalimat lu “Ga suka ma negara. Ga bangga”
Cina: Iyaa.. Gue salah menggunakan kata-kata. Mungkin terpancing emosi inget-inget lagi kejadian yang dihina-hina itu.
Sebenarnya masih banyak topik lain yang dibahas berkaitan dengan perbedaan ras. Tapi dari sekian banyak pembahasan, saya menyimpulkan bahwa perbedaan ras ada karena beberapa hal. Pertama, doktrinisasi suku masing-masing tanpa didasari pemahaman saling menghargai. Ini memang hal yang paling mendasar dalam diskriminasi ras. Pembahasan satu topik ini saja akan memakan waktu lama. Kedua, rendahnya pendidikan. Ini memang tidak mutlak, tetapi rendahnya pendidikan saya rasa mempengaruhi cara berpikir beberapa oknum dalam menangkap suatu informasi. Pada akhirnya, emosi terpicu tanpa mampu berpikir apa alasan emosi itu harus muncul dan kenapa harus dilampiaskan dalam bentuk tindakan anarkis. Selain masalah perbedaan ras, sebenarnya Indonesia sedang memasuki era perbedaan agama. Tema masalah yang serupa tentunya obat penawarnya sama, yaitu sikap saling menghargai.
Dari semua pembahasan ini, saya menyadari satu hal. Tidak pernah mudah mengucapkan kata ‘CINTA’ memang, bahkan terhadap negara yang sudah memberikan kehidupan selama puluhan tahun. Saya selalu mengakui bahwa diri saya adalah Warga Negara Indonesia keturunan Tionghoa. Saya suka dengan segala keanekaragaman penduduk, budaya, alam bahkan fenomena yang terjadi. Saya senang berada di dalam keanekaragaman ini, meskipun saya selalu berjuang melawan rasa takut saya terhadap keamanan negara ini. Saya senang sekali dengan konsep Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila (yah PPKN saya memang kurang bagus) karena ini dasar-dasar yang sebenarnya menopang negara ini untuk tegak berdiri.
Benar kata teman saya, bukan negaranya yang saya ga suka. Hanya beberapa oknum yang saya ga suka. Lalu, napa juga harus saya ga suka sama negaranya? Yang salah yah yang tinggal di dalamnya, mereka yang membuat negara ini menjadi seperti ini. Yang bisa saya lakukan untuk negara ini, atas dasar kemanusiaan, akan saya lakukan. Saya tidak pernah lagi berharap banyak dengan kemajuan negara ini, tetapi saya tetap merasa bersyukur menjadi bagian negara ini dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Saya hanya berdoa bahwa akan semakin banyak orang yang peduli dengan kondisi negara ini, negara Indonesia.

 
Jeplak-Jeplak kakiku:
Quote Jemariku #11:
Yang salah bukan negara Indonesia. Dasarnya negara ini sudah kuat, tetapi yang tidak kuat orang-orang di dalamnya. Lalu? Harus bagaimana?
Tulisan ini saya dedikasikan untuk Indonesia yang berulang tahun 17 Agustus 2011. Namun, saya tidak cukup waktu untuk meluangkan ucapan ulang tahun pada negara ini. Yah mungkin masih segitu ceteknya nasionalisme saya. Apapun pendapat tentang saya, saya berdoa semoga bangsa Indonesia masih punya hati untuk menjaga negara Indonesia yang sudah berumur ini. Happy Birthday!

#1 Siapakah Aku Wahai Semesta?

Siang semuanya, ini ada kesimpulan Kick Andy semalam:
* KAMI datang dalam kemiskinan, Anda sudah tiba sejak nenek moyang Anda berada
* KAMI duduk di bawah terik matahari menunggu dagangan kami, di saat Anda meminta bagian Anda untuk uang “keamanan”
* KAMI menghitung saving dan expense keluarga kami, di saat Anda menghitung apa yang bisa Anda belanjakan dengan uang Anda
* KAMI berusaha mencari apa yang bisa kami jadikan uang, ketika Anda sedang berusaha mencari apa yang bisa dijadikan barang
* KAMI rela makan nasi satu kali sehari demi masa depan, di saat Anda menuntut makan tiga kali sehari
                          -----   40 tahun berlalu  ------
* KAMI menikmati apa yang telah kami perjuangkan, di sat Anda berkata, “China sialan, nguasain negara gue!”
* KAMI menikmati liburan setiap tahun ke luar negeri, di saat Anda ribut akan kenaikan harga sembako
* KAMI bersyukur atas hasil kerja keras kami di saat Anda sedang mengutuk negeri ini
* KAMI bercerita tentang bagaimana indahnya hidup ini, ketika Anda bercerita tentang pahitnya hidup saat ini
* KAMI berpikir makan apa besok, ketika Anda berpikir apa besok makan
* Saat KAMI menikmati puncak kesuksesan, Anda menyalahkan kamu atas kemiskinan keluarga Anda
* Saat KAMI masuk ke pintu ruang pabrik kamu, Anda datang meminta bagian atas apa yang telah kami perjuan gkan
* KAMI tahu kami hanya pendatang, tapi kami tahu bagaimana membuat kami menjadi lebih berarti di mata bangsa-bangsa lain
* KAMI tahu kami yang numpang, tetapi kami tahu bagaimana kami berjuang dalam kerasnya hidup menumpang
* KAMI berusaha, uang bukan jatuh dari langit

-Kini Anda yang meratap mengapa negeri ini penuh dengan kami yang berada di atas –

* KAMI menjauhkan diri dari komunitas Anda, karena kami takut anak-anak kami memiliki mental seperti Anda
* KAMI bukan sombong, kami bukan membenci Anda, tetapi kami ingin hidup seperti yang nenek moyang kami ajarkan,
JANGAN MEMINTA, TAPI BERUSAHA!!!
* KAMI berkorban untuk anak cucu kami, kami berjuang dari kemiskinan sampai kemakmuran
* KAMI tidak meminta dengan gratis, kami membayar apa yang harus kami bayar
Inilah kami orang TIONGHOA

Source: Broadcast Message from Blackberry dari seorang teman pada hari Sabtu, 16 Juli 2011. Menanggapi acara Kick Andy yang tayang tanggal 15 Juli 2011

Quote Jemariku #10:
Jangan asal telan... Cerna dulu... Bacaan ibarat makanan, kalau asal telan tanpa dicerna, nanti bikin sakit...

Jumat, 22 Juli 2011

Herzlichen Glückwunsch zum Geburtstag

"Bila kehidupanku ini dapat terangkum dalam serangkaian tulisan, maka namamu akan tercetak indah dengan tinta berwarna emas. Sebab engkau adalah salah satu insan berharga yang pernah mengubah garis kehidupanku"
- AA -

Rangkaian tulisan itu datang pada saya dari sekian banyak ucapan dan doa atas bertambahnya usia saya, tepat tanggal 20 Juli 2011. Rangkaian tulisan itu memang tidak datang tepat waktu, jauh lebih cepat beberapa jam dari semestinya ucapan itu datang... Tapi apalah arti sebuah ucapan selamat ulang tahun dibandingkan serangkaian penghargaan sebagai manusia...

Pernahkah kalian berpikir, sebegitunya kah diri ini sampai rangkaian kata indah itu pantas untuk diterima? Atau sebaliknya, setelah membaca rangkaian kata-kata itu, rasanya ingin segera sampaikan pada orang-orang tersayang?

Makna kata-kata itu sangat dalam tentunya. Saat saya membaca itu, air mata tak terbendung di pelupuk.. Entah siapa yang mengatur keran air mata ini.. Mungkin keran itu sudah tak mampu menahan rasa haru. Perjalanan yang panjang penuh jatuh bangun dengan sesama diakhiri dengan ucapan seindah dan setulus itu. Rasanya semua goresan luka tersembuhkan dan dipahami.. Hidup tidak pernah lepas dari kerikil kecil yang melukai telapak kaki saat melangkah bukan?

Inilah awal saya tersentak dengan makna ulang tahun saya kali ini. Kalau orang bilang sudah seperempat abad berlalu.. Apa yang kamu dapatkan di ulang tahun kali ini? Kejutan dari sahabat-sahabat yang menunggu dengan lelah tepat depan rumahmu hanya untuk memberikan kue ulang tahun? Atau beberapa hadiah yang menyelingi acara makan-makan bersama? Atau layar TV dengan acara yang membosankan setia di depanmu? Atau hanya doa semalam suntuk penuh rasa syukur atas apa yang sudah terjadi?

Umur baru saya kali ini tidak lagi penuh kejutan semacam itu, tidak lagi penuh tawa seriang itu, tidak lagi dirasakan biasa-biasa saja. Saya merasa rangkaian kata-kata yang data semalam sebelum usia saya bertambah, membuat saya merasa lega. Saya memulai suatu hidup baru. Di mana saya belajar banyak hal hanya dalam setahun perjalanan usia saya. Roller Coaster for real!

Selesai saya menerima telepon dari sepupu saya tercinta, saya hanya menghabiskan perayaan detik-detik bertambahnya usia saya dengan MERENUNG. Mungkin orang-orang akan mengasihani saya dengan yang saya lakukan. Tetapi, tidak dengan saya. Baru kali ini saya benar-benar merenungkan perjalanan hidup saya selama 24 tahun. Ya, not exactly 24 tahun saya renungkan... tepatnya beberapa tahun yang berkesan tentunya... Tentunya setahun belakangan...

Saya mengingat-ingat kembali. 20 Juli 2010 saya ngapain ya? Ya, saya ingat. Saya sedang berbincang-bincang entah apa saja dengan orang tersayang hingga mata saya tak kuat lagi menahan kantuk. Ucapan-ucapan tidak datang dari mulutnya tapi dari sahabat-sahabat yang lain. Saya runtun lagi perjalanan saya tahun lalu yang mulai memasuki masa-masa praktikum, ya masa-masa terberat saya dalam kuliah magister saya. Yah, masih ada dia dan sahabat-sahabat bahkan keluarga saya yang sama jumlahnya. Seketika imajinasi itu berpindah pada ruangan di hadapan saya. Di tempat saya merenung. Berbeda.... Saya berada di rumah yang berbeda. Iya.. Sekarang saya pindah rumah. Saya tidak lagi berada di rumah yang sudah mengizinkan saya mendiami hampir selama 24 tahun. Sekarang saya di rumah baru. Hanya itukah yang berubah? Tidak. Saya juga sudah tidak bersama dengan orang tersayang yang dulu selalu ada di hari-hari yang saya lalui. Dia sudah bersama dengan yang lain. Tetapi sahabat-sahabat saya masilah sama yang mengucapkan selamat, termasuk dia. Namun, banyak beberapa orang baru yang tidak saya sangka akan saya kenal yang mengucapkan selamat.

Saya semakin berpikir. Berbulan-bulan lalu saya hancur lebam. Dengan begitu banyak usaha untuk memperbaiki diri dan hidup saya. Mendaki tertatih-tatih untuk tetap menjadi seperti saya yang sedia kala. Namun, saya masih dikasih kesempatan untuk merasakan usia perak saya dengan rasa syukur dan penuh kesadaran bahwa semua sudah berubah. Termasuk diri saya. Saya tidak akan pernah menjadi saya yang dahulu kala, tetapi saya akan menjadi diri saya yang lebih baik daripada saya yang dahulu. Perenungan perjalanan hidup saya (setidaknya setahun belakangan) disimpulkan menjadi tiga hal besar, yaitu ketegasan, penerimaan, dan ketulusan.

Saya merasa rangkaian kata-kata indah di atas menjadi apresiasi terhadap ketulusan saya terhadap seseorang. Saya hanya mampu membalasnya dengan doa untuk kebahagiaannya. Saya juga hanya mampu bersyukur atas semua yang sudah saya lalui. Dan tentunya rangkaian kata-kata indah yang saya dapat, juga akan saya berikan bagi keluarga, sahabat-sahabat saya, orang-orang tersayang, dan orang-orang yang selalu memberikan inspirasi dalam diri dan hidup saya.

Quote Jemariku #09:
We've never known these the best or worst gift in our new age. but we must believe it will be the best beginning ever...

Minggu, 03 Juli 2011

As if I were a Bird



As if I were a bird
I took you high to the sky so you could see world from above
But why you pushed me down and left me alone when you knew how to fly?
I dropped into the earth while you're flying smoothly
But I didn't take a long time to beat these
Coz I'm stronger than you think

Quote Jemariku #08:
Take a breath then go toward... Face your new life

Sabtu, 02 Juli 2011

Have (NO) Chance

"Tarraaaaaadaaaaaa... Ini surprise buat lu.. Happy Birthday ya... Semoga lu bisa mendapatkan semua mimpi lu di usia baru lu ya.."
"Amin. Apaan sih ini? Ga penting banget sih lu!"
 *padahal yang gue mau cuman ucapan thanks dari elu*

"Kapan kita bisa ketemu yang? Sabtu ini ga bisa lagi? Masih banyak kerjaan ya?"
"Iya nih... Kita telponan aja. Lu bikin janji gih ma temen-temen lu, biar ga boring. ok?"
"Selalu gitu... Ga bisa ya 1 hari aja buat pacaran?"
"Napa sih? Yang gue lakukan ini juga demi masa depan. Kok lu ga dukung gitu sih?"
"Yah abisnya dah berapa bulan neh ga pegi berduaan. Telponan aja, telen tuh telepon!"
"Ahh Dasar manja! Gue mau kerja dulu. Ntar gue kabarin lagi kalo dah ampe rumah"
"Bodo"
"Jangan ngambek gitu lah.."
"Iyaa..."
*padahal yang gue mau lu luangkan dua jam aja untuk berduaan ma gue*

"Gue uda sampe!"
"Iya.. Gue jalan ke sana. Napa sih ga samperin depan rumah. Males jalan jauh begini"
"Gue males bayar parkir depan rumah lu"
"Gue bayarin deh"
"Napa sih lu manja banget! Cuman segitu doank jalannya!"
"Ya maksudnya sekalian lu maen-maen di rumah gue dulu"
"Dibilang gue males bayar parkir"
"Oke, gue dah deket neh, gue udah liat mobil lu di pinggir jalan"
*padahal yang gue butuhin bukan jemputan lu, tapi perhatian lu*

"Congratz ya.... akhirnya togaan deh. Nih hadiah buat lu"
"Duh apa-apaan sih? Ga penting banget sih lu kasih-kasih kado gini"
"Ya namanya buat cowo sendiri"
*Masih ga ngerti ya? Gue cuman butuh dihargai ma lu*

"Gue sayang sama lu. Gue mau kita balikan. Maaf kalau gue ada salah sama lu. Maaf banget!"
"Kata maaf lu terlambat. Gue butuh ucapan itu keluar dari mulut lu dulu, bukan sekarang"
"Gue kerja keras untuk masa depan juga.. Gue cari uang untuk masa depan"
"Iya, gue tau. Tapi gue pernah jadi masa depan lu ga? Secara sekarang aja lu ga ada waktu buat gue"
"Kok lu ngomong gitu?"
"Kualitas hubungan kita aja udah begini. Rasa gue udah ilang karena waktu. Gue ga sanggup lagi"
"Terserah..."
*Kali ini gue yang minta maaf, gue ga bisa balikan lagi ma lu. Kali ini juga gue yang harus say thanks, karena lu dah mau lepasin gue*

Quote Jemariku #07:
Kesempatan hanya datang satu kali bung...

Kamis, 26 Mei 2011

Part #2 Maliq's singing for you

"Gue ga terima !!!!!!"


Umpatan amarah setelah semua berakhir.... Hmm seandainya perpisahan seharmonis alunan lagu berikut....


jangan lagi kau buat dirimu tersiksa
karna mencintai aku
jangan lagi kau buang waktu
untuk coba merubah hatiku
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
yang aku tahu dulu kau bilang cinta padaku
yang aku mau bersamamu ku ingin selalu

jangan buat diriku terpaksa
untuk lebih menyakitimu
maafkan ku tak bisa membawa
cinta kita ke akhir bahagia
yang ku tak mau mendengar kau tak mencintaiku
yang aku mau bersamamu ku ingin selalu

semua cara tlah kita coba
tetap bersama membuat kita tersiksa
mungkin memang tak ada yang salah
tapi kita berbeda dalam melihat cinta
it’s alright (it’s alright)
it’s alright (it’s alright)
it’s alright (it’s alright)

rasa ini takkan berdusta
semua ini mungkin berubah
kali ini memang tak akan terjadi
tak ada yang pasti
meskipun terjadi
tiada yang sempurna


Judulnya "Berbeda"... iya seperti judulnya... Di akhir ketidakjelasan hubungan, ternyata diakhiri karena perbedaan dalam memandang namanya cinta... Pertanyaannya? Selama yang dijalankan selama ini namanya apa? Tidak ada yang pernah tahu... Kalau kalian mendengarkan lagu ini... Ada satu bagian yang selalu menguatkan makna lagu ini sendiri.. Ketika lirik ini.......


"semua cara tlah kita coba... tetap bersama membuat kita tersiksa... mungkin memang tak ada yang salah
tapi kita berbeda dalam melihat cinta... it’s alright (it’s alright).. it’s alright (it’s alright).. it’s alright (it’s alright)"

dinyanyikan dengan nada sesemangat itu di tengah-tengah kesenduhan nada-nada lain dalam lagu..... Iya itu harapan bahwa semuanya memang akan menjadi lebih baik ketika perbedaan yang tidak akan pernah bersatu lebih baik dipisahkan... karena memang tidak pernah ada yang sempurna...

Lalu satu lagu yang membuat saya merenungggggg dalam waktu yang sangat lama... Sampai saat kalian membaca ini, jangan-jangan saya masih merenungi.... mencari jawaban dari kata "Kenapa?" yang selalu berulang-ulang muncul di dalam otak... Lagu berikut serasa doa dan nasihat untuk diri saya sendiri....

Satu cerita tentang manusia
Coba 'tuk memahami arti cinta
Benarkah cinta diatas segalanya
Hanyakah itu satu-satunya


Yang menjadi alasan untuk menutup mata
Tak melihat dunia yang sesungguhnya
Dan menjadi jawaban atas semua tanya
Yang kita harap mampu mewujudkan sebuah akhir bahagia


Reff:
Buka mata hati telinga
Sesungguhnya masih ada yang lebih penting dari sekedar kata cinta ooo..
Yang kau inginkan tak selalu
Yang kau butuhkan mungkin memang yang paling penting
Cobalah untuk membuka mata hati telinga


Adakah kau rasakan kadang hati dan fikiran
Tak selalu sejalan seperti yang kau harapkan
Tuhan tolong tunjukkan apa yang 'kan datang
Hikmah dari semua misteri yang tak pernah terpecahkan


Back to Reff: 2x


Buka mata hati telinga
Buka mata hati telinga
Coba kau buka mata hati telinga
Mata hati telinga
Sudah cukup saya menutup MATA HATI TELINGA saya dari semua keadaan... hingga saya babak belur mempertahankan kebahagiaan semu... Tidak pernah ada akhir meminta bukti untuk memastikan suatu ketidakjelasan... Daripada memaksa hanya semakin saling menyakiti, kan lebih baik berpisah untuk saling menguatkan diri... Lagu ini pelabuhan perenungan saya dari segala yang terjadi



Quote Jemariku # 06
Saatnya mencari yang kau butuhkan, bukan sekadar yang kau inginkan....

Jeplak-Jeplak Kakiku:
Thanks Maliq n D'Essential untuk semua karya-karya kalian yang indah..... Terima kasih menjadi bagian dari alunan hidupku...

Source: http://www.google.com/ & http://www.kapanlagi.com/

Part #1 Maliq's singing for you

Saya mungkin salah satu dari sekian banyak penggemar Maliq n D'essential di Tanah Air Indonesia ini.... pertama kali jatuh cinta dengan mereka tentu dengan singel pertama mereka "Terdiam". Warna musik yang menggugah kusamnya lagu-lagu tanah air. Entahlah termasuk jenis jazz, pop, reggae mungkin? Sejauh ini sih dikategorikan Jazz Pop... Apalah peduli saya dengan kategori mana mereka berada. Satu yang saya peduli, karya mereka sangat indah. Sanking indahnya... album-album mereka menjadi bagian perjalanan hidup saya..

Untuk blog ini, saya ingin mengangkat tema kehidupan cinta saya seiring album-album Maliq bermunculan.. Yupp... Seringkali alunan suara Angga dan Indah menjadi ungkapan hati... dari sekian banyak lagu-lagu yang menyentuh hati saya.. Mari kita mengawali dengan lagu ..............

"Luluh"
Oh haruskah aku pergi
Salahkah bila ku disini tak peduli keadaannya
Katakan berapa dalam kau ingin aku masuki kehidupanmu
Katakan berapa jauh kau ingin aku ada di hari-harimu
Bagaimana pantasnya
Bagaimana

Oh haruskah aku pergi
Salahkah bila ku disini tak peduli keadaannya
Oh setiap kau tersenyum
Membuatku melupakan dunia nyata
Tetap disini

Dapatkah semudah itu aku menanti apa yang kita jalani
Meski akhirnya semudah itu hatiku luluh kembali ke pelukanmu
Bagaimana pantasnya
Bagaimana
Oh haruskah aku pergi
Salahkah bila ku disini tak peduli keadaannya
Oh setiap kau tersenyum
Membuatku melupakan dunia nyata
Tetap disini

Apalah yang diharapkan
Bila tak ada tujuan
Mungkin hanya kesenangan
yang membuat kita terus bertahan

Oh haruskah aku pergi
Salahkah bila ku disini tak peduli keadaannya
Oh setiap kau tersenyum
Membuatku melupakan dunia nyata
Tetap disini
Oh haruskah aku pergi
Salahkah bila ku disini tak peduli keadaannya
Oh setiap kau tersenyum
Membuatku melupakan dunia nyata
Tetap disini

Kenapa saya memilih lagu ini? Karena lagu ini menggambarkan betapa keegoisan manusia untuk tetap bertahan pada sesuatu yang tidak pasti hanya atas nama kebahagian semu. Dikatakan luluh karena rasanya tidak ada tenaga untuk menolak kesenangan yang sedang ada di depan mata.. hahaha... Betul tidak? Lama-kelamaan, intuisi pun bekerja... Hati pun memberontak... Mau dibawa ke mana hubungan... Meminta bukti.... Apalah arti sebuah hubungan tanpa tujuan yang jelas.. Sekarang maupun nanti akan sakit pula akhirnya... Dan lagu berikut ini sangat menggambarkan perasaan itu.....

"Coba Katakan"

coba coba katakan kepadaku bahwa kita sedang berjalan menuju satu alasan,
janganlah kau katakan bila kita memang tak ada tujuan, dari apa yang dijalankan,
aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan,
terlena akan manis cinta dan berujung kecewa,
aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti,
lebih baik kita menangis dan terluka hari ini..

coba coba katakan kepadaku sekali lagi bila kita memang benar akan kesana,
buktikan dan buat aku percaya bahwa kita bisa, mewujudkan bahagia,
aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan,
terlena akan manis cinta dan berujung kecewa,
aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti,
lebih baik kita menangis dan terluka hari ini..

ohh.. oh.. habis sudah semua rangkai kata..
telah terungkap semua yang kurasa..
yang kuingin akhir yang bahagia.. hoo..

aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan,
terlena akan manis cinta dan berujung kecewa,
aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti,
lebih baik kita menangis dan terluka..
aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan,
terlena akan manis cinta dan berujung kecewa,
aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti,
lebih baik kita menangis dan terluka hari ini..
wohoho.. dudududu…
wohoho.. dudududu…
yang ku inginkan..
satu tujuan..
sebuah kenyataan..
bukan impian..
bukan harapan..
bukan alasan..
satu kepastian..
coba katakan..
coba katakan..
coba katakan..
coba katakan..
aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti,
lebih baik kita menangis dan terluka hari ini..

Saya selalu berharap dia mendengarkan lagu ini...  Saat itu saya ingin sekali berbisik "Nih buat kita". Tapi saya tidak sedang bersama dengannya... Begitu perkiraan saya, yang entah ternyata meleset.. Dia berada di ruang yang sama dengan saya mendengarkan Maliq & D'Essential menyanyikan secara langsung lagu ini.. Tanpa saya ketahui.. Bersama dengan wanita lain... yang sekarang memilikinya..

to be continued...

Senin, 16 Mei 2011

Jar of Hearts

By Christina Perri

I know I can't take one more step towards you
Cause all that's waiting is regret
And don't you know I'm not your ghost anymore?
You lost the love
I loved the most

And I learned to live, half-alive
And now you want me one more time

Who do you think you are?
Runnin' round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart
You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
So don't come back for me
Who do you think you are?
I hear you're asking all around
If I am anywhere to be found
But I have grown too strong
To ever fall back in your arms

And I learned to live, half-alive
And now you want me one more time

Who do you think you are?
Runnin round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart
You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
So don't come back for me
Who do you think you are?
Dear, it took so long just to feel alright
Remember how to put back the light in my eyes
I wish I had missed the first time that we kissed
Cause you broke all your promises
And now you're back
You don't get to get me back

Who do you think you are?
Runnin' round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart
You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
So don't come back for me
Don't come back at all
And who do you think you are?
Runnin round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart
You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
Don't come back for me
Don't come back at all

Who do you think you are?

Who do you think you are?

Who do you think you are?

Jeplak-Jeplak kakiku:
Theme song untuk bulan ini adalah lagu ini... hahaha.... semakin sering dinyanyikan ternyata semakin bisa menyembuhkan luka... Saya merasakan emosi yang harmonis dengan nada-nada dari setiap kata-kata lagu ini... dengan video clip yang juga menggambarkan suasana lagu ini sendiri..

Rabu, 04 Mei 2011

Bukan Permainan

Bila nanti aku pergi, jangan lagi panggil ku kembali...
Bila nanti aku pergi, takkan ada cinta kita lagi...

Kita bisa balik lagi... pisah lagi...
Apa kau mengerti bahwa ini bukanlah..... bukan permainan....

Kau tak bisa buatku menangis lagi
Kau tak bisa buatku bersedih lagi
Tanpa aku, kau akan baik saja
Tanpa kamu, ku akan baik saja
Kau tak bisa buatku menangis lagi.....

Bila nanti kau sendiri, jangan ingat-ingat aku lagi...
Kita bisa balik lagi... pisah lagi...
Apa kau mengerti bahwa ini bukanlah... bukan permainan...

Kau tak bisa buatku menangis lagi
Kau tak bisa buatku bersedih lagi
Tanpa aku, kau akan baik saja
Tanpa kamu, aku akan baik saja
Kau tak bisa buatku menangis lagi.....

Bila nanti aku pergi.... (tanpa aku, kau akan baik saja)
Jangan panggil ku kembali .... (tanpa kamu ku akan baik saja)
Bila nanti aku pergi... (tanpa aku, kau akan baik saja)
Takkan ada cinta kita lagi... (tanpa kamu, ku akan baik saja)

                         Kau tak bisa buatku menangis lagi.... Kau tak bisa buatku bersedih lagi...

Bila nanti aku pergi... Jangan panggil ku kembali....
Bila nanti kau sendiri... Jangan ingat-ingat aku lagi....

Lagu "Bukan Permainan" dinyanyikan oleh Gita Gutawa.

Quote Jemariku #5:
" If you can't say it, so sing it! " by Lionel Louge, Australian speech therapist who helped King George VI to overcome his stammer.

Jeplak-Jeplak Kakiku:
Pernahkah kamu merasa suatu lagu sangat menggambarkan perasaan kamu saat itu? Perasaan yang bahkan tidak bisa kamu sendiri utarakan dengan kata-kata... yaa... ternyata musik adalah salah satu media yang membantu orang mengutarakan yang tak bisa diutarakan tepat pada sasaran...
This song is dedicated for you... Yes... For you... Someone who taught me about falling in love then hurt by itself.. Thanks for everthing bullll....

Senin, 02 Mei 2011

THE GRADUATION DAY


Harusnya hari wisuda jadi hari paling bahagia bagi kamu. Namun sayang.... Tampaknya kamu mengawali dini hari dengan perdebatan besar tentang cara kita memandang masalah. Tampaknya sebegitu kamu tidak memahami dirimu sampai-sampai kamu tidak tahu cara yang pantas menempatkan ucapanmu. Memang bukan kalimat kasar... bukan juga kecaman.. bukan penghinaan... Tapi hanya kenyataan pahit  berkedok kejujuran yang nyaris memutuskan jahitan yang sudah kubuat menutup lukaku.

Kamu mau tahu apa yang kurasakan saat kau bercerita dengan gundah tentang perasaanmu padanya?

Rasanya baru kali ini aku ingin menyayat kamu dengan silet biar kamu tahu betapa perihnya luka ini

Rasanya baru kali ini juga aku ingin menusuk dengan keras ke dada kamu biar kamu tahu dada ini sakit

Rasanya juga aku ingin menampar kamu biar kamu buka pikiran dan hati kamu... ”Hello..” masih ada aku di sini yang masih terluka

Rasanya aku ingin membuat kamu menangis sesegukan di hadapanku karena tertusuk kata-kata tajamku

Rasanya aku ingin mengajak semua kawanan binatang agar keluar dari mulutku dan menerkam wajahmu

Rasanya aku hanya ingin menangis kencang... yaa.. sekencang-kencangnya.. berharap sakit itu hilang sejalan dengan keringnya air mata karena lelah

Aku membuka tangan untuk menjadi temanmu, tetapi aku tidak menyangka kamu memang tidak pernah bisa sungguh-sungguh menghargai perasaanku. Aku tidak pernah berharap kembali lagi ke dalam hubungan tak berarah itu. Aku hanya ingin membuka lembaran baru, tetapi lagi-lagi apa hakku kalau kau datang kepadaku membawa kejujuran yang jelas-jelas hanya akan membuka luka lama.

              Aku tidak bisa membenci... tetapi aku belum bisa memaafkan.. nanti pasti...

Aku saja berpikir aku jahat tidak bisa berterima kasih dengan segala yang sudah kamu lakukan... Seketika rasanya semua yang dulu kamu lakukan bohong di mataku.. meskipun hatiku meyakini saat itu penuh ketulusan. Aku saja tidak bisa mempercayai diriku, bagaimana bisa kupercaya lagi padamu?

Kesempatan untuk membuat hubungan ini kembali pada titik semula sebelum perjalanan tak berarah ini dimulai sudah kuberikan. Sayang, kamu menyia-nyiakan kesempatan itu. Yaa memang mungkin karena pada dasarnya kamu memang tidak benar-benar peduli dengan keadaanku, seperti yang seringkali kamu ucapkan. Dulu mungkin aku menanggapi sebagai gurauan kegilaan kita, tetapi kini aku sadari, lagi-lagi itu kenyataan berkedok kejujuran....

Sekarang apa yang tertinggal?
Hanya rasa marah karena merasa dipermainkan.... Dan bersyukur semua sudah berakhir...
Aku percaya, suatu saat kita dapat berteman seperti semula... Tapi maaf, tidak saat ini... Aku hanya sedang lelah memikirkan orang lain, sampai-sampai aku lupa memikirkan diriku sendiri... Aku lelah hanya jadi bemper rasa sakit hatimu...


Quote jemariku #4:
Your big day is not always your happy day... But it becomes your big day because it makes your life meaningful and horrible at the same time...

Jeplak-jeplak kakikku:
Wanita terlalu naif menutup mata saat tersakiti dan tertolak hingga membuatnya bertahan untuk lebih terluka... Di mana letak kelemahan wanita yang terkenal kuat? Letaknya pada ketakutan menerima kenyataan dan mengubah semua.