Rabu, 02 November 2011

Fall in Love Again...

Kapan pertama kali menggoreskan cat minyak di atas kanvas? Waktu aku mengerjakan tugas Seni Rupa sewaktu SMP. Itulah pertama kalinya aku jatuh cinta dengan cat minyak. Namun, aku masih belum menyadari betapa besar hasrat ini untuk mengenal seni ini lebih dalam. Ibaratnya DENIAL, tidak hanya melulu soal cinta pada sesama manusia, ternyata bisa terjadi pada namanya seni.

Lukisan pertamaku itu pemandangan di laut. Aku mencontoh entahlah dari mana, sudah lupa. Lukisan keduaku kebetulan dapat tugas melukis apa saja, kucoba saja lukis pohon besar yang diikat tali seperti sembahyang-nya orang Jepang. A little bit creepy sih.. tapi namanya seni, no limit, freedom interpretation!

Pelukis pertama yang bikin aku tergila-gila namanya alm. Antonio Blanco. Aku sih kurang paham ya sejarah kehidupan beliau. Yang aku tahu beliau ini pelukis keturunan Spanyol dan Amerika ini hidup dan berkarya di Bali. Beliau menikah dengan gadis Bali. Sampai sekarang karya-karyanya diabadikan di museum miliknya di Ubud, Bali. Sewaktu SMP yang aku tahu yah cuman dia pelukis terkenal. Aku jatuh cinta karena nonton film seri tentang dirinya. Dasar anak remaja yang bergelora besar, aku punya ide gila!!! Aku beli kanvas, kemudian mulai melukis dengan mencontoh gambar kartun wanita jepang yang sedang memakai kimono. Setelah selesai, kutitipkan pada tetanggaku yang kebetulan orang Bali asli. Dia mau pulang ke Bali dan kebetulan memang tinggal di Ubud. Aku hanya menitipkan lukisanku dan meminta tetanggaku memintakan tanda tangan alm. Antonio Blanco di balik lukisanku, tepat di sebelah tanda tanganku. Aku juga minta dititipkan pesan ke Antonio Blanco, bahwa aku sangat senang sekali dengan karya-karyanya.

Tapi sampai sekarang, tidak pernah sekalipun aku menerima kembali lukisan itu. Kenapa? Karena keponakan tetanggaku itu merengek menyimpan lukisanku yang sudah dibubuhi tanda tangan almarhum. Rasanya mau marah!! Udah capek buat, capek minta tolong, sampe harus melalui perjalanan pindah pulau segala, hanya untuk sebuah tanda tangan. Tapi apalah daya. Lukisan itu tidak pernah sampai pada pemiliknya. Namun, aku membesarkan hati dengan berkata pada diriku

                  "Setidaknya ada satu penggemar cilik di sana yang segitunya mau lukisan lu"

Semua kenikmatan melukis kubuang jauh... Terlupakan begitu saja... Hingga suatu hari, aku dan kakak-kakakku tidak sengaja makan di restoran yang ternyata tidak jauh dari museum Antoni Blanco. Jujur saja, aku masih tidak tahu tentang adanya museum itu di sana. Aku pun hanya tidak sengaja melihat tulisan "MUSEUM BLANCO". Kupaksa kakak-kakakku masuk ke sana, tak kusangka kuhabiskan hampir 3 jam menikmati karya-karya beliau. Di situlah getaran menikmati seni lukis terusik kembali...

Sampai aku memasuki studi magisterku yang menyediakan satu mata kuliah menarik, "Art Therapy". Di kelas inilah aku menemukan kenikmatan luar biasa akan seni.. Aku mulai jatuh cinta kembali dan kali ini aku berani mengakuinya... Aku benar-benar jatuh cinta dengan dunia ini.. Aku pun mulai menerima bahwa aku mungkin memang memilikiakat mentah... Dan aku mulai menambah satu list mimpiku... melanjutkan studi as Art Therapist. Yaa siapa tahu, Tuhan mengizinkan, aku bisa melanjutkan di negri kerajaan tua itu, Inggris.

                                                                   "BERUANG"
                                                                Media : Cat Poster

"TEA TIME IN THE MIDDLE OF PARIS"
Media : Cat Poster

                                                                        "ANGGREK"
                                                                    Media : Cat Minyak

                                                                  "CHERRY IN LIPS"
                                                                   Media : Cat Minyak

                                                                     "COLOSSEUM"
                                                                   Media : Cat Minyak

Quote Jemariku #14 :
Sometimes accepting your talent needs effort. Without accepting, you wont ever realize what your soul needsmore than you've ever thought.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar