Harusnya hari wisuda jadi hari paling bahagia bagi kamu. Namun sayang.... Tampaknya kamu mengawali dini hari dengan perdebatan besar tentang cara kita memandang masalah. Tampaknya sebegitu kamu tidak memahami dirimu sampai-sampai kamu tidak tahu cara yang pantas menempatkan ucapanmu. Memang bukan kalimat kasar... bukan juga kecaman.. bukan penghinaan... Tapi hanya kenyataan pahit berkedok kejujuran yang nyaris memutuskan jahitan yang sudah kubuat menutup lukaku.
Kamu mau tahu apa yang kurasakan saat kau bercerita dengan gundah tentang perasaanmu padanya?
Rasanya baru kali ini aku ingin menyayat kamu dengan silet biar kamu tahu betapa perihnya luka ini
Rasanya baru kali ini juga aku ingin menusuk dengan keras ke dada kamu biar kamu tahu dada ini sakit
Rasanya juga aku ingin menampar kamu biar kamu buka pikiran dan hati kamu... ”Hello..” masih ada aku di sini yang masih terluka
Rasanya aku ingin membuat kamu menangis sesegukan di hadapanku karena tertusuk kata-kata tajamku
Rasanya aku ingin mengajak semua kawanan binatang agar keluar dari mulutku dan menerkam wajahmu
Rasanya aku hanya ingin menangis kencang... yaa.. sekencang-kencangnya.. berharap sakit itu hilang sejalan dengan keringnya air mata karena lelah
Aku membuka tangan untuk menjadi temanmu, tetapi aku tidak menyangka kamu memang tidak pernah bisa sungguh-sungguh menghargai perasaanku. Aku tidak pernah berharap kembali lagi ke dalam hubungan tak berarah itu. Aku hanya ingin membuka lembaran baru, tetapi lagi-lagi apa hakku kalau kau datang kepadaku membawa kejujuran yang jelas-jelas hanya akan membuka luka lama.
Aku tidak bisa membenci... tetapi aku belum bisa memaafkan.. nanti pasti...
Aku saja berpikir aku jahat tidak bisa berterima kasih dengan segala yang sudah kamu lakukan... Seketika rasanya semua yang dulu kamu lakukan bohong di mataku.. meskipun hatiku meyakini saat itu penuh ketulusan. Aku saja tidak bisa mempercayai diriku, bagaimana bisa kupercaya lagi padamu?
Kesempatan untuk membuat hubungan ini kembali pada titik semula sebelum perjalanan tak berarah ini dimulai sudah kuberikan. Sayang, kamu menyia-nyiakan kesempatan itu. Yaa memang mungkin karena pada dasarnya kamu memang tidak benar-benar peduli dengan keadaanku, seperti yang seringkali kamu ucapkan. Dulu mungkin aku menanggapi sebagai gurauan kegilaan kita, tetapi kini aku sadari, lagi-lagi itu kenyataan berkedok kejujuran....
Sekarang apa yang tertinggal?
Hanya rasa marah karena merasa dipermainkan.... Dan bersyukur semua sudah berakhir...
Aku percaya, suatu saat kita dapat berteman seperti semula... Tapi maaf, tidak saat ini... Aku hanya sedang lelah memikirkan orang lain, sampai-sampai aku lupa memikirkan diriku sendiri... Aku lelah hanya jadi bemper rasa sakit hatimu...
Quote jemariku #4:
Your big day is not always your happy day... But it becomes your big day because it makes your life meaningful and horrible at the same time...
Jeplak-jeplak kakikku:
Wanita terlalu naif menutup mata saat tersakiti dan tertolak hingga membuatnya bertahan untuk lebih terluka... Di mana letak kelemahan wanita yang terkenal kuat? Letaknya pada ketakutan menerima kenyataan dan mengubah semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar