Dia terlalu putih…
Selalu di sampingku… Bahkan di saatku ingin sendiri…
Tak sanggup pahami candaan berbumbu nakal sekadar pelepas ketegangan
Di matanya… Larangan itu artinya cinta, menjagaku tak terpuruk dalam kegelapan
Dia terlalu hitam…
Terpuruk dalam dunia kelam dan menjadi magnet terkuat untuk membuatku bertahan
Menerimaku apa adanya, bahkan tanpa ingin memperbaiki apapun
Di matanya… Kebebasan itu artinya peluang, agar mampu melihat dunia dan merasakan sensasi hidup
Perpaduan sepadan putih dan hitam menjadikanmu abu-abu seperti yang kubutuhkan
Selaras dalam amarah dan asmara
Selalu siap sedia tanpa lupa ruang untukku nikmati kesendirian
Tertawa lepas dalam bahasa canda yang hanya dimengerti aku, dia, dan Tuhanku
Mengajakku terbang lebih tinggi, tanpa ragu menadahku saatku terhempas
Rela merangkak bersama meski penuh luka, demi satu tuju
Larangan memang tanda cintamu padaku, agar aku tidak terbenam di lubang yang sama
Kebebasan memang peluang, biarku belajar jatuh bangun hidup dengan penuh tanggung jawab
“Dia terlalu hitam… Dia terlalu putih… Hidup ini indahnya kalau mengenal abu-abu, perpaduan sepadan si hitam dan si putih”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar